Senin, 08 Februari 2010

Brain Gym Tingkatkan Potensi Seseorang


Apa yang ada di benak anda saat seorang ahli menyarankan anda untuk melakukan senam otak. Mungkin anda membayangkan bagaimana menggerakkan otak dari dalam. Padahal senam otak sangat sederhana dan menyenangkan. Saat ini senam otak bahkan telah menjadi bagian dari gaya hidup. Bukan tubuh kita saja yang memerlukan latihan fisik, otak pun kini juga bisa senam. Senam otak atau Brain gym merupakan serangkaian gerak sederhana yang menyenangkan.
Gerakan-gerakan dalam brain gym digunakan oleh para murid di Educational Kinesiology Foundation, California, USA untuk meningkatkan kemampuan belajar mereka dengan menggunakan keseluruhan otak. Gerakan-gerakan ini membuat segala macam pelajaran menjadi lebih mudah, dan terutama sangat bermanfaat bagi kemampuan akademis. Educational Kinesiology adalah suatu sistem yang memberdayakan semua orang yang belajar tanpa batas umur, dengan menggunakan aktivitas gerakan-gerakan untuk menarik keluar potensi seseorang.
Banyak manfaat yang bisa diperoleh dengan melakukan brain gym. Gerakan-gerakan ringan dengan permainan melalui olah tangan dan kaki dapat memberikan rangsangan atau stimulus pada otak. Gerakan yang menghasilkan stimulus itulah yang dapat meningkatkan kemampuan kognitif (kewaspadaan, konsentrasi, kecepatan, persepsi, belajar, memori, pemecahan masalah dan kreativitas), menyelaraskan kemampuan beraktivitas dan berfikir pada saat yang bersamaan, meningkatkan keseimbangan atau harmonisasi antara kontrol emosi dan logika, mengoptimalkan fungsi kinerja panca indera, menjaga kelenturan dan keseimbangan tubuh, meningkatkan daya ingat dan pengulangan kembali terhadap huruf / angka (dalam waktu 10 minggu), meningkatkan ketajaman pendengaran dan penglihatan, mengurangi kesalahan membaca, memori, dan kemampuan komperhensif pada kelompok dengan gangguan bahasa, hingga mampu meningkatkan respon terhadap rangsangan visual. Selain hal-hal tersebut brain gym juga digunakan untuk terapi beberapa gangguan pada anak-anak seperti Hipersensitivitas, ADD (Attention Difficulty Disordes) atau gangguan pemusatan perhatian, EH (Emotional Handicaps) atau gangguan emosional, FAS (Fetal Alcohol Syndrome) atau sindrom bayi, dan LD (Learning Disabilities) atau gangguan kemampuan belajar.


DOWNLOAD KLIK DISINI

3 komentar:

Excel-ku mengatakan...

Kami ingin videonya jika ada

cahyo mengatakan...

saya coba berulang2 ebook brain gym-nya kok gagal terus ya

Bams mengatakan...

wow, keren mas isinya! makasih ya....

Posting Komentar